Ukuran berat tubuh terhadap laju respirasi

Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut: Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

Fungsi darah mengangkut oksigen dan karbondioksida. Selanjutnya oksigen tersebut akan dimanfaatkan untuk oksidasi di dalam sel guna menghasilkan energy Campbell, Walaupun diatas ada sedikit kegagalan yaitu pernapasan pada belalang yang ukurannya lebih besar dan lebih berat daripada jangkrik, memberikan hasil yang tidak sebagaimana mestinya.

Lakukan percobaan yang sama langkah 1 sampai dengan 6 menggunakan jangkrik atau belalang lain dengan ukuran yang berbeda. Akibatnya volume oksigen yang dihirup serangga tidak bisa diukur.

Semakin berat serangga semakin cepat pergerakan larutan eosin pada pipa berskala, begitupun sebaliknya, semakin ringan serangga maka semakin lambat pergerakan larutan eosin pada pipa berskala.

Jika kurang bersih dan tabung tertutup, maka akan terjadi respirometer tak dapat dibuka lagi, karena merekat oleh KOH. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,05ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,05ml.

Menimbang bobot tubuh hewan uji dengan menggunakan neraca analitik. SET, seperti molekul gula atau asam-asam lemak, dapat dipecah dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana.

Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,21ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,13ml. Dengan demikian perbedaan kedua istilah itu tidak mutlak. Reaksi ini merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi.

Pada hewan vertebrata terlalu besar untuk dapat terjadinya interaksi secara langsung antara masing-masing sel tubuh dengan lingkungan luar tubuhnya. Faktor- faktor yang mempengaruhi laju respirasi: Pertanyaan yang diharapkan dari siswa: Laju respirasi lebih cepat hewan daripada tumbuhan karena hewan lebih aktif daripada tumbuhan serta laju respirasinya lebih cepat terjadi pada hewan atau tumbuhan yang memiliki berat yang lebih besar.

Sebagai bentuk modifikasi terhadap resiko kehilangan air dari dalam tubuh, hewan-hewan seperti serangga yang bernafas dengan trackea memiliki sistem pernapasan yang kontininyuatau respirasi siklik.

Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk bernafas, hewan — hewan tertentu memiliki alat pernafasan.

Respirasi Pada Hewan (Serangga) dan Tumbuhan (Bunga)

Adapun hasil yang didapatkan adalah untuk belalang besar memiliki berat 0,43 gr dengan rata-rata laju respirasi 0, Ketinggian Ketinggian mempengaruhi pernapasan. Fungsi dari larutan ini adalah untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari larutan eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen.

O2 dapat keluar masuk jaringan melalui difusi. Mengapa NaOH harus dibungkus dengan kapas? NaOH digunakan pada percobaan ini untuk mengikat karbon dioksida, sehingga dapat membuat larutan eosin tersebut bergerak mendekati organisme.

Saat organisme menghirup oksigen maka terjadi tekanan gas dalam respirometer sehingga eosin bergerak masuk ke arah respirometer. Diskusi a. Pembahasan Dalam percobaan ini, khususnya pada percobaan yang menggunakan respirometer, digunakan larutan NaOH. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah Respirometer, neraca dan kapas.

Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Pada menit keempat cairan eosin bergerak menuju skala 0,46ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keempat adalah 0,13ml. Ahmad Athoillah 01 2. Blog Rhea. Laju respirasi lebih cepat hewan daripada tumbuhan karena hewan lebih aktif daripada tumbuhan serta laju respirasinya lebih cepat terjadi pada hewan atau tumbuhan yang memiliki berat yang lebih besar.

Mempelajari proses pernapasan hewan. Respirasi eksternal dan respirasi paru adalah pertukaran gas antar paru-paru dan darah. Sedangkan respirasi respiration berarti suatu proses pembakaran oksidasi senyawa organik bahan makanan di dalam sel guna memperoleh energi.

Pada menit kelima cairan eosin bergerak menuju skala 0,27ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kelima adalah 0,07ml. Jumlah O2 yang dibutuhkan dan dikomsumsi oleh hewan tergantung pada jenis kelamin dan ukuran hewan serta tingkat aktivitas hewan tersebut.

Pada percobaan ini, hubungan antara tabung dan bagian berskala ditutup rapat menggunakan plastisin.Bagaimana laju respirasi pada hewan? 2. Bagaimana pengaruh jumlah serangga (berat) terhadap laju respirasi?

C. Alat dan Bahan Alat Stopwatch Kapas Pipet Tetes Respirometer Kapas Pinset Bahan Jangkrik Kristal NaOH Plastisin Eosin D. Langkah Kerja 1. Membungkus keistal NaOH dengan kapas. 2. Memasukkan kapas ke dalam tabung respirometer.

3. Memasukkan seekor jangkrik ke dalam. Respirasi adalah seluruh proses pengambilan O 2 untuk memecah senyawa-senyawa organik sehingga menghasilkan energi dan sisa berupa CO 2 dan H 2 lawsonforstatesenate.comaran gas O 2 dan gas CO 2 berlangsung melalui proses difusi yang berlangsung di alat pernafasan.

Hal ini menandakan bahwa semakin kecil berat ukuran tubuh suatu hewan maka semakin banyak pula aktivitasnya yang membuat semakin banyak pula O2 yang dibutuhkan pleh tubuh sehingga kecepatan laju respirasinya pun semakin meningkat. Akan tetapi pada pengamatan, terjadi kesalahan sehingga hewan yang berukuran kecil memiliki laju respirasi yang rendah.

Selain itu, setiap organisme. Disini massa atau berat tubuh belalang sangat mempengaruhi. Semakin besar tubuh belalang atau organisme maka semakin banyak O 2 yang dibuthkan untuk proses respirasi berarti ukuran tubuh berbanding lurus dengan kebutuhan oksigen.

Berat badan hewan berpengaruh terhadap laju respirasi, semakin berat tubuh hewan semakin besar kebutuhan oksigennya, semakin besar kebutuhan oksigennya maka semakin cepat pula proses respirasinya. Begitupun sebaliknya semakin ringan berat tubuh suatu hewan, semakin kecil kebutuhan oksigennya.

Semakin kecil kebutuhan oksigennya maka semakin lambat pula proses respirasinya. · Mengetahui pengaruh berat serangga yaitu jangkrik terhadap laju respirasi. 3. Melihat faktor- faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan saat bernapas.

Ukuran berat tubuh terhadap laju respirasi
Rated 0/5 based on 21 review